WWW.FORSUCK.TK



 
IndeksPortalGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Latest topics
» PG bullet kicker
Sat Nov 09, 2013 1:45 pm by budiae

» Flood_DC_Code
Mon Nov 26, 2012 1:36 am by crazy-cancerian

» Back|Track 4(new kicking tool)
Sun Nov 25, 2012 3:40 am by crazy-cancerian

» ROYAL KICKER
Sun Nov 25, 2012 3:37 am by crazy-cancerian

» H3LL ER0RR -Hacked
Sun Nov 25, 2012 3:15 am by crazy-cancerian

» Ryuk v3
Sun Nov 25, 2012 3:09 am by crazy-cancerian

» ARTIC DUEL MASTER V3.0
Sun Nov 25, 2012 3:09 am by crazy-cancerian

» Dx-Roll-Flooder
Sun Nov 25, 2012 3:07 am by crazy-cancerian

» b4d h3ll error v 1.00
Sun Nov 25, 2012 2:55 am by crazy-cancerian

» MIG33 KILLER - CALL ERROR
Sun Nov 25, 2012 2:52 am by crazy-cancerian

Top posters
arie_handoko (612)
 
febrilatif (479)
 
dj.crew (284)
 
o.zone (201)
 
sjw (194)
 
barbie_dini (172)
 
pusat51 (145)
 
jzxer (84)
 
teguh._ (82)
 
blackdeal (62)
 
Join Kumpulblogger $6.00 Welcome Survey After Free Registration!

Share | 
 

 depresi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
arie_handoko
moderators
moderators


Jumlah posting : 612
Age : 30
Kota : jakarta utara
Room : sukabumi balap / Geminations
Registration date : 12.01.09

PostSubyek: depresi   Sun Feb 22, 2009 4:24 pm

Apa itu depresi? Apakah depresi sama dengan stress?
Tidak, depresi berbeda dengan stress, dalam buku Psychology for Living yang ditulis oleh Psikolog Eastwood Atwater dan Karen Grover Duffy, stress adalah respon yang muncul dari dalam diri kita akibat keadaan yang kita rasakan tidak nyaman. Sedangkan depresi adalah kondisi mood yang ditandai dengan perasaan sedih, tertekan, dan merasa tidak berdaya. Kondisi ini berulang dan berlangsung dalam waktu yang lama, bisa beminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
Apabila rasa stress tidak segera diatasi maka akan berlanjut pada depresi. Bahayanya, orang yang merasa depresi berat karena dibiarkan dan tidak diatasi, cenderung memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya atau bunuh diri.

Bagaimana tanda-tanda seseorang menderita depresi?

Cukup sulit untuk mengetahui apakah seseorang menderita depresi atau hanya sekedar stress sesaat. Untuk mengetahui apakah orang tersebut termasuk menderita depresi, perlu dicek dalam daftar dibawah ini. Apabila orang tersebut mengalami lima dari sembilan tanda berikut, berarti dapat disimpulkan ia mengalami depresi.
1. Mood dalam keadaan tertekan, berbeban berat, merasa sedih yang berkepanjangan, dan adanya perasaan kosong atau hampa.
2. Minat untuk melakukan aktivitas menjadi kurang dan tidak ada semangat dalam melakukan apapun, padahal biasanya minat beraktifitas sangat tinggi dan bersemangat.
3. Berat badan jadi bertambah atau turun sebanyak 5% dari berat badan semula (normal).
4. Pola tidur berubah. Bisa juga menderita kesulitan tidur atau insomnia bahkan sebaliknya merasa kebanyakan tidur.
5. Kondisi tubuh jadi cepat merasa lelah dan merasa tidak berenergi.
6. Adanya perasaan menjadi orang yang tidak berguna dan tidak bergaharga, cenderung untuk meremehkan diri sendiri dan putus asa.
7. Sulit berkonsentrasi dan menjadi lamban dalam berpikir.
8. Adanya penurunan pada aktivitas fisik.
9. Muncul keinginan untuk bunuh diri.


Apa yang harus dilakukan kalau kita mengalami depresi?

Depresi intinya hanya dapat diselesaikan atau diatasi oleh diri kita sendiri, bukan oleh obat-obatan atau orang lain. Memang obat-obatan dan orang lain (psikiater) bisa membantu kita untuk mengatasi depresi tapi yang terutama adalah kesadaran kita bahwa kita sedang mengalami depresi, kejujuran akan diri sendiri dan adanya keinginan untuk menghentikan depresi itu sendiri.

Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

1. Rajin beribadah.
Kebanyakan orang yang mengalami depresi pasti sedang memiliki tekanan berat dalam hidupnya. Tekanan berat ini membuat seseorang yang sebelumnya rajin beribadah menjadi kurang dan jarang beribadah. Apalagi kalau seseorang tersebut memang tidak pernah beribadah, maka akan makin menjadi-jadi merasa tertekan. Lebih baik untuk memulai kembali hubungan pribadi dengan Tuhan lewat membiasakan diri beribadah, karena Tuhan yang menciptakan manusia, hanya Tuhan yang merupakan dokter paling hebat diseluruh muka bumi ini bahkan di seluruh dunia. Minta petunjuk dan pemulihan diri dari Tuhan, karena tidak ada yang mustahil bagiNya.

2. Ubah cara pandang terhadap sesuatu.
Seringkali seseorang memandang masalah yang sepele seolah-olah seperti dunia sudah mau kiamat. Ini yang sering kali menyebabkan seseorang mudah depresi, karena merasa diri sendiri dan merasa memiliki masalah yang paling berat sedunia, seolah-olah semua ruangan gelap gulita dan semua pintu tertutup. Padahal tidak sebegitunya. Jadi perlu untuk mengubah cara kita dalam memandang sesuatu masalah. Perlu untuk menanamkan pada diri sendiri bahwa kita sanggup mengatasi masalah itu. Walaupun mungkin saat ini jalan keluarnya masih belum kita temukan, tapi percaya dan tanamkan dalam diri kita bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Masih banyak jalan menuju Roma, kan??!!

3. Cari hiburan untuk diri sendiri.
Pada saat kita merasa menghadapi masalah yang berat dan merasa begitu tertekan karenanya, cari alternatif yang bisa membuat kita untuk merasa sedikit terhibur, seperti menonton film kartun, film komedi, membaca buku, pergi jalan-jalan bersama teman-teman maupun keluarga, kegiatan apa saja yang bisa membuat kita tertawa dan sedikit merasa lega, sehingga beban kita sedikit agak ringan. Memang masalah tidak akan selesai dengan mencari hiburan, tapi setidaknya kita bisa menarik nafas lebih dalam dengan lega dan tenang lalu memiliki kesegaran dan semangat baru untuk menghadapi masalah dan menyelesaikannya.

4. Sharing atau curhat dengan orang lain.
Sangat baik sekali apabila kita mau berbagi dengan orang lain. Walaupun mungkin orang tersebut tidak bisa memberikan solusi atau membantu kita mencari jalan keluar dan menyelesaikan masalah kita atau menghilangkan beban dari pundak kita, setidaknya membagikan apa yang kita rasakan membuat kita tidak merasa sendiri. Walaupun mungkin orang tempat kita berbagi cerita hanya mendengarkan, setidaknya ini efektif untuk mengurangi rasa cemas, khawatir, dan ketakutan serta rasa tertekan yang sebelumnya sangat berat. Selain itu kita juga bisa mendapatkan sudut pandang yang berbeda.

5. Cari inspirasi.
Seringkali saat kita merasa tertekan, kita akan mengalami keadaan yang kita sebut akal buntu sehingga kita cenderung kehabisan akal dan lantas putus asa. Ini tidak meringankan masalah atau menyelesaikannya, justru semakin memperparah kondisi depresi kita. Membaca buku-buku motivasi atau buku-buku yang bisa membantu kita untuk mendapat inspirasi guna menyelesaikan masalah kita. Saat kita tertekan, pikiran kita cenderung hanya fokus pada masalah yang kita anggap berat sehingga sering kali kita tidak melihat pintu keluar yang terbuka. Buku-buku motivasi dan sejenisnya ini seringkali memberikan ide-ide kreatif yang baru atau inspirasi bagi kita.

6. Jangan pernah berniat negatif.
Ini yang paling tak kalah pentingnya, jangan pernah berniat untuk melakukan hal-hal negatif. Hal ini tidak akan membantu kita menyelesaikan masalah atau meringankannya, justru membuatnya semakin buruk dan kacau. Malah bisa jadi menambah masalah baru bagi kita. Misalnya saat kita sore hari merasa tertekan dan ingin memilih untuk melakukan hal-hal yang tidak baik, kita bisa memilih untuk olah raga atau sekedar jalan santai mengelilingi lingkungan perumahan. Atau kita bisa berolahraga pagi hari atau saat-saat lainnya. pada saat kita berolahraga, tubuh kita menghasilkan zat-zat tertentu yang membuat toleransi tubuh saat kita sedang menghadapi masalah, dan pada saat kita stress, kondisi emosi kita akan lebih terkontrol.

Kalau cara-cara diatas menurut kamu kurang memberikan efek bagi pemulihan dari depresi, kamu bisa berkonsultasi dengan psikiater. Kalau kita berkonsultasi ke psikiater bukan berarti kita orang gila lho...

Depresi bisa dicegah?

Bisa. Caranya pertama, kita harus selalu berpikir positif dalam menjalani hidup kita. Pikiran positif membantu kita mengurangi “beban” saat kita menghadapi suatu masalah.memang sulit untuk bersyukur saat kita mengalami masalah, tapi kalau kita mau menjadikan pikiran positif sebagai kebiasaan dan gaya hidup, saat kita mengalami masalah, kita tidak akan berfokus pada kerugian dan beban dari masalah tersebut tapi kepada sisi baiknya. Percaya dibalik setiap masalah yang datang ada sisi baiknya yang bisa kita pelajari.
Kedua, jangan mendiamkan masalah atau mencari pelarian. Segera selesaikan masalah yang datang dan jangan langsung menyalahkan diri sendiri apalagi menyalahkan orang lain.

Ketiga, selesaikan masalah yang kita alami dengan konstruktif. Misalnya jangan menambah masalah yang sudah ada dan selesaikan dengan jalan yang tepat dan positif. Kalau kita mencari pengalihan dari masalah atau pelarian, ini tidak konstruktif, dan justru membuat masalah lain berdatangan. Tambah stress kan??!!!

Keempat, berbagi dengan orang lain (curhat/sharing) untuk mencari sudut pandang yang berbeda dari sudut pandang kita. Terkadang kita menganggap masalah kita berat padahal menurut orang lain tidak. Ini dapat membantu kita untuk lebih rileks dan terhindar dari stress apalagi depresi.


Bagaimana membantu teman yang mengalami depresi?


Wajib bagi kita sebagai mahluk sosial ,yang derajatnya Tuhan ciptakan lebih tinggi dibandingkan mahluk lainnya, untuk saling membantu. Apabila kita memiliki atau mengetahui teman kita sedang menderita depresi, jangan didiamkan saja.
Taukah kita kalau kita membiarkan orang lain terkena masalah atau membiarkannya dalam masalah tanpa membantunya, padahal kita bisa, itu sama dengan kita berdosa dihadapan Tuhan?!
Kok??? Coba kalau kita sudah waktunya makan dan kita bisa makan tapi kita malas dan tidak mau makan, maka lambung kita akan sakit dan kita akan menderita penyakit maag akut. Begitu pula saat teman kita sedang menderita depresi dan kita bisa membantunya tapi kita tidak mau membantu, justru malah makin membuat penderitaannya parah. Tidak taukah kalau kita hanya sekedar duduk mendengarkan pun sudah mengurangi seperempat dari rasa beban teman kita yang sedang memiliki masalah?!

Jadi, kalau teman kita sedang mengalami depresi, pertama kita bisa menawarkan diri untuk menjadi teman curhatnya. Kalau dia awalnya tidak mau dan menolak, coba untuk menawarkan diri terlebih dahulu untuk mengajak dia sharing atau sekedar ngobrol. Kalau orang lain merasa kita bisa terbuka dengannya, pasti dia mau terbuka dengan kita. Dan yang penting, jadi pendengar setianya. Kalau dia mau menangis, biarkan dia menangis. Tidak perduli cewek atau cowok, kalau saat kita merasa berbeban berat dan kita menangis, itu bisa sedikit menguranginya lho...
Perlu diingat, saat seseorang mengalami depresi, ia merasakan sendiri, walau ditengah orang banyak sekalipun, maka sebenarnya orang yang mengalami depresi membutuhkan dukungan dari orang lain.

Kedua, ajak dia melakukan kegiatan positif sehingga perhatiannya sedikit teralihkan dari masalah yang terus menerus menjadi fokus perhatiannya. Kita bisa mengajaknya jalan pagi bareng, olah raga bareng, pergi nonton, sekedar jalan-jalan ke mall, makan di restoran favoritnya, dll. Saat perhatiannya sedikit teralihkan dari masalahnya, maka pikirannya akan sedikit fresh dan segar sehingga saat ia kembali kepada fokus masalahnya, “beban”nya sedikit berkurang, karena ia telah sedikit rileks sebelumnya.

Ketiga, beri dia perhatian. Kita bisa menelponnya atau mengirimkan sms sekedar untuk menanyakan kabarnya. Pastikan keadaannya baik-baik saja. Kita bisa memberikan dia pesan-pesan lucu yang bisa membuat dia tertawa. Baik untuk melakukan hal ini sebelum dia tidur, agar ia tidak kembali memikirkan masalahnya dengan berlebihan.
Keempat, kalau dia telpon, please diangkat dan dengarkan perkataannya. Kalau dia mau sharing atau curhat, dengarkan dan jangan diacuhkan.

Kelima, kalau kita merasa kesedihannya terlalu berkepanjangan, dan segala usaha yang kita lakukan sudah tidak memberikan hasil yang optimal, ajak dia berkonsultasi ke psikolog.

Yang terakhir, jangan lupa untuk mendoakan dia.

(Diinspirasikan dari beberapa sumber)
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.geminations.co.cc/
 
depresi
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Ciri-Ciri Orang Ingin Bunuh Diri Dan Solusinya

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
WWW.FORSUCK.TK :: ENTERTAINMENT :: Health Corner-
Navigasi: